Jumat, 22 Januari 2016

IDEOLOGI GEOMETRIC-MATEMATICAL-PRECICIONIST





IDEOLOGI GEOMETRIC-MATEMATICAL-PRECICIONIST
Mempelajari penerapan disiplin ilmu yang bersifat perisisi dan penalaran yang konsisten.

PIRAMIDA AGUNG GIZA,MESIR


    
    Situs peninggalan zaman Mesir kuno ini memang menyimpan berbagai fakta menakjubkan. Selain termasuk piramida tertua di dunia, piramida ini juga struktur tertinggi yang pernah dibuat manusia selama 3.800 tahun. Pantas saja kalau situs tersebut menjadi bagian dari Tujuh Keajaiban Dunia.
    Ternyata bangunan berbentuk prisma segitiga raksasa ini juga menyimpan fakta matematis yang cukup unik dibalik arsitekturnya. Jika diukur dalam satuan panjang cubit (ukuran panjang pertama yang digunakan manusia), garis keliling Piramida Agung Giza adalah 365,24, sama dengan jumlah hari dalam setahun.Sehingga dalam pembuatannya sangat presisi dan konsisten
    Selain itu jika garis keliling piramida dibagi dua, maka Anda akan mendapatkan angka 3,1416, sama dengan angka Pi. Tak hanya itu, ruangan untuk Firaun yang berada di dalam piramida tampaknya juga dirancang menggunakan dalil Phytagoras.




PARTHENON,YUNANI



         Parthenon adalah kuil yang didedikasikan untuk dewi kebijaksanaan Athena. Kuil ini dibangun pada abad 5 SM di kota kuno Akropolis. Bangunan ini adalah salah satu peninggalan bersejarah zaman Yunani kuno yang memiliki konsep arsitektur menakjubkan pada masanya.
    Elemen-elemen arsitektur di Kuil Parthenon dibangun sesuai dengan konsep rasio emas. Menurut Wikipedia, dua nilai dianggap berada dalam hubungan rasio emas jika perbandingan antara jumlah kedua nilai itu (a+b) terhadap nilai yang paling besar (a) sama dengan rasio antara nilai besar (a) terhadap nilai kecil (b).
    Perbandingan seperti ini menghasilkan nilai akhir Fi (1,6180). Dalam seni arsitektur, struktur yang dibuat dengan prinsip rasio emas memiliki proporsi yang sangat ideal dari segi estetika. Karena itulah rasio emas juga sering disebut divine proportion atau proporsi ilahiah.
    Meskipun tak diketahui pasti apakah bangsa Yunani kuno yang menciptakan prinsip matematis rasio emas, tetapi para ahli matematika dan arsitektur modern memang sering menemui rasio emas dalam bangunan-bangunan peninggalan kebudayaan kuno itu.
    Simbol Fi sendiri diciptakan berdasar nama Phidias, pematung yang menjadi arsitek utama Parthenon. Phidias menggunakan rasio emas dalam bentuk proporsi persegi panjang emas untuk rancangan eksterior, lantai, dan patung-patung yang menghiasi kuil. Patung Athena Parthenos dan patung Zeus merupakan dua di antara karya seni rumit pahatan Phidias yang dirancang dengan rasio emas.

KATEDRAL SAGRADA FAMILIA,SPANYOL

                               

Basilika Sagrada Familia yang berdiri di Kota Barcelona, Spanyol adalah gereja katedral yang penting bagi pemeluk Katolik. Menurut Wikipedia pada tahun 2010 Paus Benediktus XVI menyatakan gereja ini sebagai basilika minor, bagian dari katedral yang menjadi pusat kedudukan uskup.
    Gereja megah ini dibangun oleh arsitek asal Catalania, Antoni Gaudi (1852-1926). Gereja ini tak pernah rampung dibangun oleh Gaudi, tetapi kemegahan arsitekturnya yang menakjubkan dan serba rumit menjadikan gereja ini masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.
    Menurut para ahli yang mengamati Sagrada Familia, bangunan gereja ini merupakan perwujudan dari keajaiban matematika. Bangunan ini dibuat dengan struktur hiperbolik paraboloid, struktur arsitektur yang menggunakan prinsip geometri hiperbolik. Kubah dan jendela di gereja Segrada Familia dibuat oleh Gaudi menggunakan prinsip ini.



CHICHEN ITZA,MEKSIKO



Chichen Itza merupakan situs sejarah yang dulunya merupakan pusat peradaban Bangsa Maya. Bangsa Maya dikenal maju dalam ilmu pengetahuan. Bangsa ini sudah mengenal ilmu astronomi dan matematika. Salah satu buktinya penggunaan angka 0 dalam sistem perhitungan mereka.

    Selain itu jika diteliti lagi bangunan-bangunan yang didirikan oleh Bangsa Maya menampilkan perpaduan sempurna antara konsep matematika dan astronomi. Posisi El Castillo, situs pemujaan untuk dewa ular Kukulkan yang berada di dalam Chichen Itza diposisikan sedemikian rupa hingga sejajar dengan sistem astrologi.

    Sebanyak 52 panel di setiap sisi piramida berundak Chichen Itza melambangkan jumlah tahun dalam siklus Maya, tangganya terbagi menjadi 18 bulan, sesuai dengan jumlah bulan dalam kalender Maya. Sementara itu 365 anak tangga di El Castillo mewakili jumlah hari dalam kalender matahari Maya.


ALHAMBRA,SEPANYOL





Bangunan yang dirancang dengan perhitungan matematis rumit berikut juga terletak di Spanyol, yaitu Alhambra. Jika Sagrada Familia adalah situs penting bagi umat Katolik, maka Alhambra adalah peninggalan bersejarah penting yang menandai kejayaan Islam di daerah Andalusia pada masa lalu.

    Alhambra sejatinya merupakan kompleks istana dan benteng yang dibangun pada tahun 889. Awalnya situs di Granada, Andalusia ini hendak dijadikan benteng pertahanan. Tetapi pembangunannya terhenti dan benteng Alhambra dibiarkan terbengkalai selama sekian tahun.

    Baru ketika Raja Muhammad bin Al-Ahmar menguasai daerah Granada pada pertengahan abad 11, pembangunan Alhambra dilanjutkan. Kediaman sang raja pun didirikan di dalam kompleks benteng tersebut. Keramik yang menghiasi permukaan bangunan Alhambra ternyata menampilkan pola geometri yang membutuhkan perhitungan matematis rinci. Panel-panel keramik di sana memuat pola simetri crystallographic.

    Gambar seperti ini merupakan klasifikasi matematika dari pola dua dimensi berulang yang dibuat secara simetris. Pola crystallographic sering muncul dalam seni dekoratif dan arsitektur, terutama arsitektur bangunan peninggalan kebudayaan Islam.

    Dalam dunia matematika dikenal 17 jenis pola crystallographic. Yang menjadikan Alhambra istimewa jika dilihat dari sisi matematika adalah banyaknya pola crystallographic yang bisa ditemukan di bangunan ini. Jika di bangunan dengan gaya arsitektur Islam lainnya ada 3 sampai 5 jenis pola crystallographic saja, maka di Alhambra Anda bisa menemukan belasan pola crystallographic yang berbeda.

    Pada tahun 1944 Edith Mller melakukan observasi di Alhambra dan menemukan 11 pola simetri crystallographic di bangunan itu. Sementara itu pada tahun 1986 Branko Grunbaum menemukan 13 pola simetri crystallographic. Lebih jauh lagi Grunbaum menyatakan kalau 4 pola crystallographic yang ditemukan di Alhambra unik karena pola tersebut tidak ditemui di bangunan-bangunan peninggalan kebudayaan Islam lainnya.

INOVASI PONDASI MUDAH,CEPAT,DAN PRAKTIS DALAM PEMBUATANNYA


Selasa, 01 Desember 2015

PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN BAMBU DALAM KONSTRUKSI BANGUNAN

TANAMAN BAMBU SEBELUM DIOLAH
LATARBELAKANG    

    Bambu merupakan sumber yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Dari sekitar 1.250 jenis bambu yang sudah dikenal di dunia, 11%-nya merupakan jenis asli Indonesia. Ini merupakan dasar mengapa tanaman ini merupakan salah satu nilai kelokalan dari negara kita. Masyarakat Indonesia pun sudah terbiasa memanfaatkan bambu untuk keperluan hidup sehari-hari; seperti untuk mebel, konstruksi rumah, bilik, peralatan pertanian, kerajinan, alat musik, serta makanan. Dalam bidang konstruksi, dikarenakan memiliki karakter yang lentur namun kuat serta mudah dibudidayakan, bambu dipandang sebagai material alternatif yang tepat untuk pengganti kayu yang persediaannya sudah semakin menipis
    Citra tanaman bambu selalu dekat dengan konteks negara asia dan tropis. Hal ini tentu juga berlaku bagi negara Indonesia. Hampir di setiap sudut negara ini dapat kita temui tanaman bambu. Keadaan tersebut didukung oleh fakta bahwa dari berkisar 1.250 spesies bambu yang dikenal di dunia, Indonesia memiliki secara endemik 11 persen dari jumlah tersebut –belum lagi yang dibawa dan dikembangkan dari daerah lain di dunia. Alasan inilah yang menjadikan bambu sebagai sesuatu yang khas dari Indonesia, sesuatu yang memiliki nilai kelokalan Indonesia -karena sesuatu yang lokal tersebut (baik itu elemen budaya dan teknologi) pastilah berasal dari sesuatu yang hidup seperti manusia, flora, dan fauna.
    Nilai kelokalan bambu ini dirasa makin berperan penting terutama pada saat sekarang ini dimana telah terjadi kerusakan alam serta pemanasan global yang mengancam dunia serta Indonesia pada khususnya. Kita mengetahui bahwa persedian kayu sudah makin menipis dan ini diperparah oleh kejadian penebangan-penebangan liar/ilegal yang mengikis persediaan hutan di dunia -dimana hutan ini memiliki peran penting sebagai paru-paru bumi ini untuk menangkal pemanasan global (emisi CO2). Kita juga mengetahui bahwa sebagian besar pemborosan energi di dunia terdapat pada bangunan serta proses konstruksinya. Keadaan-keadaan inilah mendorong kita (konteks sebagai perencana dan perancang) untuk dapat menghasilkan suatu karya yang ramah lingkungan serta hemat energi namun tetap berkelanjutan (sustainable) –permasalahan yang sebenarnya sudah tersedia pemecahannya dari dulu melalui kelokalan negara kita: bambu.

CONTOH KONSTRUKSI BAMBU



KELEBIHAN BAMBU

Beberapa nilai kebaikan/keuntungan tanaman bambu diantaranya adalah sebagai berikut ini.
•    Pertumbuhan tercepat dari semua tanaman:  30 hingga 90 cm perhari.
•    Sifat ketahanan yang lebih kuat daripada kayu.
•    Pencapaian kekuatan maksimal saat baru berumur tiga hingga lima tahun.
•    Waktu panen yang lebih cepat daripada kayu (bambu dapat dipanen tiga kali dalam 10 tahun).
•    Pemrosesan yang minimal saat setelah dipanen.
•    Tanaman yang dapat digunakan sebagai kontrol terhadap erosi tanah.
•    Tanaman yang dapat menyerap polutan karbon.
•    Material yang dapat diperbaharui serta berkelanjutan.
•    Kebutuhan pemakaian penyubur serta air yang minimal.
•    Penghasil biomassa tujuh kali lipat lebih banyak daripada hutan pepohonan biasa.

PEMAKAIAN BAMBU UNTUK BAHAN BANGUNAN

1.    Digunakan sebagai bekisting atau perkuatan dalam proses pencetakan struktur beton bertulang sesuai dengan bentuk dan ukuran rencana.
2.    Bambu dapat digunakan sebagai tiang rumah, pada rumah bambu dapat memilih jenis yang cukup kuat dan umur tua sehingga didapatkan struktur kolom rumah yang kuat dan tahan lama.
3.    Sebagai dinding rumah yang bisa disebut juga dengan istilah gedeg, bentuknya berupa anyaman kulit atau daging bambu yang sudah diiris dan dihaluskan.
4.    Penggunaan pada lantai bangunan bisa dilakukan dengan membelah bambu atau langsung utuh kemudian ditata sedemikian rupa sehingga membentuk lantai yang kuat menahan aktifitas beban diatasnya.
5.    Struktur rangka atap juga dapat menggunakan bahan bangunan bambu, misalnya dalam pembuatan kuda-kuda bambu, reng bambu, usuk bambu dan bagian lainya sehingga membentuk satu kesatuan rangka atap yang kokoh.
6.    Dapat dibuat sebagai furniture seperti kursi atau meja bambu sehingga suasana rumah terkesan natural dan alami.
7.    Sebagai tiang yang ditancapkan agar tanaman dihalaman rumah dapat berdiri tegak.
8.    Sebagai pagar rumah dengan cara membelah bambu kemudian menyambungkanya menggunakan alat sambung paku sehingga membentuk sebuah pagar bambu yang kuat dan indah.
9.    Pintu rumah juga bisa dibuat dari material bambu, hal ini banyak dilakukan dilingkungan rumah pedesaan namun seriring perkembangan trend masyarakat ternyata banyak kafe dan restoran dikota besar yang ingin memberikan suasana kampung halaman sehingga membangun toko dengan bahan bangunan bambu.
10.    Untuk plafond yaitu dijadikan rangka sekaligus penutup langit-langit menggunakan lembaran anyaman bambu.

KERUSAKAN PADA BAMBU

Kerusakan dapat mengakibatkan:
•    Pelapukan
•    Retakan atau pecah
•    Timbulnya noda dan lobang

PENGAWETAN BAMBU

    Untuk meningkatkan daya tahan dan performanya bambu dan produk dari bambu perlu diawetkan, baik dengan bahan pengawet yang bersifat kimiawi atau pun tanpa bahan kimia, dengan cara tradisional ataupun yang lebih moderen. Adapun tujuan dari pengawetan bambu adalah:

•    Meningkatkan daya tahan dan waktu pemanfaatan bambu.
•    Menahan dan menunda kerusakan
•    Mempertahankan stabilitas struktur bambu dan kekuatannya
•    Menambah ketahanan lain misalnya lebih tahan terhadap api.
•    Meningkatkan mutu bambu secara estetika.

Berikut ini adalah berberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan metoda dan bahan pengawet:

•    Kondisi bambu yang ada (kering atau basah).
•    Bentuk bambu ketika akan diawetkan apakah utuh, bambu belah atau
•    sudah dalam bentuk produk kerajinan.
•    Tujuan penggunaan, apakah untuk struktur atau non struktur.
•    Skala pengawetan atau jumlah kebutuhan bambunya sendiri.

TEKNIK PENGAWETAN TRADISIONAL

Yang dimaksud dengan pengawetan tradisional di sini adalah praktik dan perlakuan terhadap yang dilakukan olah masyakat secara turun temurun yang bertujuan untuk meningkatkan masa pakai bambu. Berbagai cara pengawetan tersebut diantaranya berupa:

Pengendalian waktu tebang. Adalah pengawturan waktu penebangan bambu pada saat-saat tertentu yang menurut kepercayaan atau kebiasaan masyarakat dapat meningkakan daya tahan bambu dibandingkan dengan penebangan pada sembarang waktu. Pengendalian waktu tebang di Indonesia ada banyak versi, diantaranya:
•    penebangan pada bulan tertentu (mongso/mangsa) dalam bahasa jawa/sunda, umumnya pada mongso 9 (bulan maret) dianggap sebagai waktu yang paling tepat untuk memotong bambu.
•    penebangan pada jam tertentu, misalnya penebangan dilakukan pada waktu menjelang subuh dipercaya dapat meningkatkan ketahanan bambu.
•    Penebangan pada waktu tertentu, misalnya penebangan pada waktu bulan purnama dibeberapa daerah dipercaya dapat mengurangi serangan hama pada bambu.

Perendaman bambu, bambu yang telah ditebang direndam selama berbulan-bulan bahkan tahunan agar bambu tesebut tahan terhadap pelapukan dan serangan hama. Perendaman dilakukan baik di kolam, sawah, parit, sungai atau di laut.penebangan waktu pada bulan tertentu (mongso/mangsa) dalam bahasa jawa/sunda, umumnya pada mongso 9 (bulan maret) dianggap sebagai waktu yang paling tepat untuk memotong bambu. Kelemahan dari sistem ini adalah, bambu yang direndam dalam waktu lama, ketika diangkat akan mengeluarkan lumpur dan bau yang tidak sedap, akan butuh waktu yang cukup lama setelah perendaman untuk mengeringkan hingga bau berkurang dan dapat dipakai sebagai bahan bangunan.

Pengasapan bambu, selain pengendalian waktu penebangan dan perendaman, secara tradisional bambu juga kadangkala diasap untuk meingkatkan daya tahannya. Secara tradisional bambu diletakkan di tempat yang berasap (dapur atau tempat pembakaran lainnya), secara bertahap kelembaban bambu berkurang sehingga kerusakan secara biologis dapat dihindari. Saat ini sebenarnya cara pengasapan sudah mulai dimodernisasi, beberapa produsen bambu di Jepang dan Amerika Latin telah menggunakan sistem pengasapan yang lebih maju untuk mengawetkan bambu dalam skala besar untuk kebutuhan komersil.

Pencelupan dengan kapur. Bambu dalam bentuk belah atau iratan dicelup dalam larutan kapur (CaOH2) yang kemudian berubah menjadi kalsium karbonat yang dapat menghalangi penyerapan air hingga bambu terhindar dari serangan jamur.

Pemanggangan/pembakaran. Biasanya dilakukan untuk meluruskan bambu yang bengkok atau sebaliknya. Proses ini dapat merusak struktur gla yang ada dalam bambu membentuk karbon , sehingga tidak disenangi oleh kumbang atau jamur.

TEKNIK PENGAWETAN MODERN

Yang dimaksud dengan cara pengawetan moderen di sini adalah pengawetan yang memanfaatkan input barupa bahan kimia. Efisiensi pengawetan kimia terhadap peningkatan umur bambu dipengaruhi oleh struktur anatomi bambu itu sendiri. Pengawetan bambu lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan pengawetan kayu karena kondisi berikut ini:

•    Tidak ada jalur serapan radial (horizontal ketika bambu dalam posisi tegak) sebagaimana yang dimiliki kayu, sehingga perpindahan larutan dari sel ke sel tergantung pada proses difusi secara perlahan.
•    Sel batang bambu yang berperan dalam proses transportasi bahan pengawet hanya 8% dibandingkan dengan kayu lunak yang mencapai 70%, karu keras 20% atau rotan 30%, ini menyebabkan proses pengawetan bambu membutuhkan waktu yang lebih lama.
•    Penyerapan radial dari bahan penawet melalui bagian kulit luar bambu terhalang oleh lapisan keras kulit bambu (cortex), sedangkan dari bagian dalam dihalangi oleh struktur lignin yang tebal.
•    Meski poros vertical yang ada memungkinkan larutan mudah melewati sel bambu, namun keberadaan buku-buku diantara ruas bambu mengisolasi dan memperlambat penyerapan ke bagian lainnya.
•    Ketika bambu dipotong, cairan bambu beraksi menutupi “luka” yang ada sehingga membatasi akses bahan pengawet. Sehingga bambu harus segera diawetkan ketika kondisinya masih basah.
•    Dalam kondisi kering cairan bambu yang mongering di dalam batang bambu menghalangi proses difusi antar sel, sehingga memperlambat proses penyerapan pengawet.

SUMBER


Selasa, 30 Juni 2015

PENDAPAT MENGENAI KEBUDAYAAN INDONESIA




KOMPETENSI DASAR YANG INGIN DI CAPAI SETELAH PEMPELAJARI IBD

Kompetensi dasar yang ingin dicapai adalah terwujudnya seorang ilmian dan professional yang berfikir kritis , kreatif , sistemik dan ilmiah , berwawasan luas , etis , memiliki kepekaaan dan empati terhadap solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.

PENDAPAT MENGENAI PERBEDAAN SUKU-SUKU YANG DAPAT BERSATU MENJADI SATU KESATUAN ATAU BIASA DI SEBUT BHINEKA TUNGGAL IKA

Bhineka Tunggal Ika sendiri tercipta karena keinginan bangsa Indonesia untuk bersatu,tidak ingin dijajah dimotori oleh Ir Soekarno yang di ulas dari Buku Shutasoma karangan Empu Tantular.
Setiap suku di Indonesia memiliki nilai sejarah dan adat istiadat yang luhur,yang pastinya memiliki ciri khas unik yang berbeda antara suku yang satu dengan suku yang lainnya.Ketika terciptanya Bhineka Tunggal Ika di Indonesia Memberikan Nilai Lebih sehingga Indonesia memiliki ragam budaya maupun adat Istiadat yang amat kaya.Tak asing orang luar sana pun bangga akan keragaman budaya dan suku di Indonesia.Kita pun terutama patut berbangga terhadap keragaman suku dan budaya,tidak hanya berbangga kita pun harus melesterikan Budaya peninggalan Nenek Moyang kita tersebut,jangan sampai budaya-budaya tersebut tergeser oleh Akulturasi Budaya Barat yang belum tentu sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.

PENDAPAT MENGENAI KEBUDAYAAN ADALAH PRODUK MANUSIA ATAU KEBUDAYAAN PRODUK MANUSIA

Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.

Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai:

1. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya

2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.

3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia

4. Pembeda manusia dan binatang

5. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.

6. Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.

7. Sebagai modal dasar pembangunan

Menurut saya jawaban dari pernyataan / pertanyaan diatas yaitu kebudayaan adalah produk dari manusia, dikarenakan manusia sebagai pencipta dan juga pengguna dari kebudayaan yang ada pada saat ini. Jika  manusia adalah produk dari kebudaayaan bagaimana mungkin kebudayaan dapat muncul dengan sendirinya tanpa ada manusia yang menemukan atau mengadakan suatu budaya yang ada pada saat ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna diantara mahluk ciptaan  – Nya yang lain menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya pun dapat tercipta / terbentuk dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Kamis, 30 April 2015

MENGENAL SUKU PALEMBANG,SUKU DARI NUSANTARA



Anda pasti pernah mendengar tentang makanan empek-empek?


Makanan ini sudah tidak asing terdengar bahkan makanan tersebut hampir dapat ditemui di seluruh penjuru nusantara.Tapi di sini saya tidak membahas tentang makanan tersebut,lebih tepatnya saya akan membahas tentang Suku Palembang dimana makanan tersebut berasal.


SEJARAH SUKU PALEMBANG

Kata Palembang mungkin berasal dari kata "palimbangan", yaitu kegiatan mendulang emas di sungai. Pada zaman kesultanan Palembang warga masyarakat ini memang banyak yang bekerja sebagai pendulang emas di muara Sungai Ogan. Pendapat lain mengatakan bahwaPalembang berasal dari kata palemba, artinya tanah yang terhampar. Menurut para ahli pada zaman dulu daerah Palembang terletak dekat pantai, tidak di pedalaman seperti sekarang.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa pada awalnya suku Palembang adalah merupakan hasil dari asimilasi dari beberapa suku bangsa Arab, Cina dan Melayu, yang bermigrasi ke wilayah Palembang ini pada berabad-abad yang lalu dan hidup berdampingan sekian lama, dan terjadi perkawinan-campur selama berabad-abad. Dari ketiga suku bangsa ini lah lahir suatu etnik yang disebut suku Palembang yang memiliki budaya dan adat-istiadat tersendiri.

Tetapi beberapa dari masyarakat Palembang lainnya justru menolak hal tersebut, dan mengatakan bahwa suku Palembang adalah suatu komunitas adat tersendiri, dan sebagai penghuni pertama wilayah Palembang, jauh sebelum kehadiran bangsa Arab, Cina dan Melayu. Mungkin saja terjadi perkawinan-campur antara suku Palembang dengan beberapa suku bangsa pendatang tersebut, tetapi justru beberapa suku bangsa pendatang tersebut lah yang ikut masuk ke dalam budaya dan adat-istiadat suku Palembang.

PENGELOMPOKAN SUKU PALEMBANG

Suku Palembang dalam kehidupan mereka terdiri dari 2 kelompok yang membedakan strata sosial mereka, yaitu:
1. Kelompok Wong Jeroo, adalah keturunan bangsawan/hartawan dan stausnya berada setingkat di bawah orang-orang Istana dari Kerajaan Palembang, pada masa lalu yang berpusat di Palembang,
2. Kelompok Wong Jabo, adalah rakyat biasa.

MATA PENCAHARIAN SUKU PALEMBANG




 Mata pencaharian mereka sekarang adalah sebagai pedagang, pengrajin besi dan emas, bertenun, menangkap ikan, membuat peralatan nelayan dan sedikit berkebun.


MASYARAKAT SUKU PALEMBANG













Stratifikasi sosial masyarakat Palembang sekarang merupakan sisa-sisa dari pengaruhKesultanan Palembang. Dalam masyarakat ini ada golongan bangsawan yang ditandai oleh gelar yang mereka pakai, seperti Pangeran, Raden, Raden Ayu, Mas Agus dan Mas Ayu. Keturunan bangsawan yang sudah bercampur sedikit dengan rakyat biasa memakai gelar seperti Kiayi Mas, Kemas, Kiayi Bagus dan Kiagus untuk lelaki, serta Nyimas atau Nyanyu untuk perempuan. Kelompok lain yang paling banyak adalah golongan orang-orang biasa. Baca juga Sejarah Suku Anak Dalam.

AGAMA SUKU PALEMBANG

Masyarakat yang sekarang menganut agama Islam dan mengembangkan pula kesenian-kesenian yang tersentuh budaya Islam, seperti rodat saropal anam dan teater rakyat dulmuluk. Sisa-sisa pengaruh kerajaan Sriwijaya yang erat hubungannya dengan kerajaan Kediri di Jawa dulu terlihat dalam kesenian wayang palembang.

KESENIAN SUKU PALEMBANG

TARI MEJENG BESUKO

Tari ini melukiskan kesukariaan para remaja dalam suatu pertemuan mereka .Mereka bersenda gurau mengajuk hati lawan jenisnya. Bahkan tidak jarang diantara mereka ada yang jatuh hati dan menemukan jodohnya melalui pertemuan seperti ini.

TARI RODAT CEMPAKO

Tari ini merupakan tari rakyat bernafaskan islam. Gerak dasar tari ini diambil dari Negara asalnya Timur Tengah, seperti halnya dengan tari Dana Japin dan Tari Rodat Cempako sangat dinamis dan lincah

REBANA

Merupakan musik tradisional yang menggunakan alat kulit kambing yang di ikatkan di kayu biasanya pemainya terdiri dari 10 s/d 12 orang, rebana ini juga di pakai untuk arakan pengantin dan lain-lain.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Palembang
http://suku-dunia.blogspot.com/2014/11/sejarah-suku-palembang.html

Jumat, 03 April 2015

PENGERTIAN BUDAYA DASAR



A.PENGERTIAN DARI ILMU BUDAYA


Secara umum,Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari sebuah dasar dasar kebudayaan, namun jika untuk mengingat terlalu sulit bisa di ambil intinya saja agar tidak terlalu membebani pikiran otak. Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai nilai yang ada di dalam masyarakat.
Pengetahuan budaya yaitu sesuatu yang mempengaruhi tingkat pengetahuan yang meliputi sistem ide,cara pandang atau gagasan atau juga berupa kesimpulan yang muncul dalam pikiran kita tentang budaya dasar yang kita pelajari.
Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan, seperti mencakup : kesenian,bahasa,adat-istiadat,budaya daerah, budaya nasional.

B.PERBEDAAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN PENGOLAHAN BUDAYA

Perbedaaan Ilmu Budaya Dasar dengan Pengolahan Budaya yaitu :

Ilmu Budaya Dasar,mempelajari dasar-dasar suatu kebudayaan jadi kita dituntut untuk menelaah,menganalisa dan mempelajari suatu budaya.Sikap ini di ambil saat pertama kali mempelajari suatu kebudayaan baru.Mempelajari dasar suatu budaya diharapkan kita dapat memiliki pengetahuan,gagasan tentang suatu nilai-nilai budaya tertentu,juga dapat membedakan antara suatu budaya dengan budaya lainnya.
Pengolahan Budaya adalah suatu sikap mengolah nilai-nilai suatu budaya,setelah mempelajari dasar budaya tersebut.Diharapkan dapat mengolah budaya tidak hanya sebagai sarana edukasi semata juga untuk menjaga kelestarian suatu budaya dan mempelajari citera dan nilai secara mendalam tentang budaya tersebut.

C.TIGA KELOMPOK BESAR ILMU BUDAYA DASAR DALAM ILMU PEGETAHUAN

Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.       Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
2.       Ilmu-ilmu sosial ( social scince )
ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
3.       Pengetahuan budaya ( the humanities )
bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

sumber:

.